Minggu, 30 November 2014

Cempaka Wulung

Cempaka Wulung
Seputar Pemalang - Cepaka Wulung Terletak di Desa Banyumudal Kecamatan Moga (+ 44 Km Selatan Kota Pemalang). Obyek Wisata ini merupakan kawasan hutan pinus dimana terdapat banyak sekali sumber-sumber mata air jernih. 

Cepaka wulung saat ini dilengkapi dengan fasilitas Kolam Renang Alami dan Panggung Hiburan. Obyek Wisata ini cocok untuk olah raga hiking dan camping. Dan alam Kecamatan Moga sudah sejak lama dikenal indah dan sejuk. Bahkan dulu dikenal sebagai ''Bandung''-nya Pemalang. Karena kesejukkan udaranya yang menyamai udara di Bandung.

Namun kini udara Moga sudah tidak sedingin dulu lagi walaupun masih menawarkan kesejukkan. Dengan kondisi alam dan udara yang sejuk itu Moga sering didatangi orang untuk refreshing. Apalagi di kota kecamatan yang berada di selatan Pemalang itu terdapat objek wisata kolam renang alam. Serta kawasan peristirahatan yang berhawa sejuk dikitari panorama alam pegunungan.

Kolam renang alam Moga dilengkapi fasilitas lapangan tenis dan hotel. Bagi penggemar buah-buahan tak jauh dari objek wisata itu terdapat kios-kios yang menyediakan aneka buah-buahan. Seperti nanas, apukat, rambutan dan durian.

Kolam renang alam Moga yang berjarak sekitar 41 kilometer dari Pemalang itu, juga dekat dengan objek wisata Guci Tegal. Serta objek wisata alam Cempaka Wulung di Desa Banyumudal, Moga. 

Cempaka Wulung dan kolam renang alam Moga hampir memiliki kesamaan. Yakni banyak bertabur sumber mata air bening yang tak pernah berhenti mengalir.

Perbedaannya Cempaka Wulung berada di tanah milik Perhutani. Sedangkan kolam renang milik Pemkab dan kini dikelola oleh Yayasan Triviaca Stipari Semarang. Mata air bening di Cempaka Wulung tidak ditampung dan mengalir lewat sungai-sungai kecil.

Kolam renang alam moga juga merupakan tempat penampungan ratusan mata air kecil yang ada di bawah kolam. Lantai kolam adalah bebatuan yang permukaannya datar. Sedangkan dinding kolam yang berbentuk persegi empat terbuat dari keramik.

Kolam dibagi dua. Bagian pertama kedalamannya sekitar 4 meter untuk orang dewasa yang bisa berenang. Sedangkan bagian kedua yang ukurannya lebih kecil untuk anak-anak. Keunikan kolam itu berada di dasar lantai. Yakni selalu mengucurkan sumber air bening yang tak pernah berhenti.[berbagai sumber]



profil ir .soekarno


Soekarno

Soekarno


Nama Lengkap : Soekarno
Profesi : -
Agama : Islam
Tempat Lahir : Surabaya, Jawa Timur
Tanggal Lahir : Kamis, 6 Juni 1901
Zodiac : Gemini
Warga Negara : Indonesia

BIOGRAFI
Ir. Soekarno atau yang biasa dipanggil Bung Karno yang lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dengan Ida Ayu Nyoman Rai.
Ayah Soekarno adalah seorang guru. Raden Soekemi bertemu dengan Ida Ayu ketika dia mengajar di Sekolah Dasar Pribumi Singaraja, Bali.
Soekarno hanya menghabiskan sedikit masa kecilnya dengan orangtuanya hingga akhirnya dia tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.
Soekarno pertama kali bersekolah di Tulung Agung hingga akhirnya dia ikut kedua orangtuanya pindah ke Mojokerto.
Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School. Di tahun 1911, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS).
Setelah lulus pada tahun 1915, Soekarno melanjutkan pendidikannya di HBS, Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para tokoh dari Sarekat Islam, organisasi yang kala itu dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto yang juga memberi tumpangan ketika Soekarno tinggal di Surabaya.
Dari sinilah, rasa nasionalisme dari dalam diri Soekarno terus menggelora. Di tahun berikutnya, Soekarno mulai aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Darmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian Soekarno ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918.
Di tahun 1920 seusai tamat dari HBS, Soekarno melanjutkan studinya ke Technische Hoge School  (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) di Bandung dan mengambil jurusan teknik sipil.
Saat bersekolah di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto. Melalui Haji Sanusi, Soekarno berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo dan Dr Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.
Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung yang diinspirasi dari Indonesische Studie Club (dipimpin oleh Dr Soetomo). Algemene Studie Club  merupakan cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia pada tahun 1927.
Bulan Desember 1929, Soekarno ditangkap oleh Belanda dan dipenjara di Penjara Banceuy karena aktivitasnya di PNI. Pada tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Sukamiskin. Dari dalam penjara inilah, Soekarno membuat pledoi yang fenomenal, Indonesia Menggugat.
Soekarno dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931. Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI.
Soekarno kembali ditangkap oleh Belanda pada bulan Agustus 1933 dan diasingkan ke Flores. Karena jauhnya tempat pengasingan, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional lainnya.
Namun semangat Soekarno tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hasan. Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu. Soekarno baru benar-benar bebas setelah masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.
Di awal kependudukannya, Jepang tidak terlalu memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia hingga akhirnya sekitar tahun 1943 Jepang menyadari betapa pentingnya para tokoh ini. Jepang mulai memanfaatkan tokoh pergerakan Indonesia dimana salah satunya adalah Soekarno untuk menarik perhatian penduduk Indonesia terhadap propaganda Jepang.
Akhirnya tokoh-tokoh nasional ini mulai bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk dapat mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang tetap melakukan gerakan perlawanan seperti Sutan Sjahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.
Soekarno sendiri mulai aktif mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar-dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan.
Pada bulan Agustus 1945, Soekarno diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara ke Dalat, Vietnam. Marsekal Terauchi menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia merdekan dan segala urusan proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah tanggung jawab rakyat Indonesia sendiri.
Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Para tokoh pemuda dari PETA menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena pada saat itu di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan.
Ini disebabkan karena Jepang telah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan beberapa tokoh lainnya menolak tuntutan ini dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang.
Pada akhirnya,Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional lainnya mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan sidang yang diadakan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) panitia kecil untuk upacara proklamasi yang terdiri dari delapan orang resmi dibentuk.
Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya. Teks proklamasi secara langsung dibacakan oleh Soekarno yang semenjak pagi telah memenuhi halaman rumahnya di Jl Pegangsaan Timur 56, Jakarta.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dikukuhkan oleh KNIP.
Kemerdekaan yang telah didapatkan ini tidak langsung bisa dinikmati karena di tahun-tahun berikutnya masih ada sekutu yang secara terang-terangan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan bahkan berusaha untuk kembali menjajah Indonesia.
Gencaran senjata dari pihak sekutu tak lantas membuat rakyat Indonesia menyerah, seperti yang terjadi di Surabaya ketika pasukan Belanda yang dipimpin oleh Brigadir Jendral A.W.S Mallaby berusaha untuk kembali menyerang Indonesia.
Rakyat Indonesia di Surabaya dengan gigihnya terus berjuang untuk tetap mempertahankan kemerdekaan hingga akhirnya Brigadir Jendral AWS Mallaby tewas dan pemerintah Belanda menarik pasukannya kembali. Perang seperti ini tidak hanya terjadi di Surabaya tapi juga hampir di setiap kota.
Republik Indonesia secara resmi mengadukan agresi militer Belanda ke PBB karena agresi militer tersebut dinilai telah melanggar suatu perjanjian Internasional, yaitu Persetujuan Linggajati.
Walaupun telah dilaporkan ke PBB, Belanda tetap saja melakukan agresinya. Atas permintaan India dan Australia, pada 31 Juli 1947 masalah agresi militer yang dilancarkan Belanda dimasukkan ke dalam agenda rapat Dewan Keamanan PBB, di mana kemudian dikeluarkan Resolusi No 27 tanggal 1 Agustus 1947, yang isinya menyerukan agar konflik bersenjata dihentikan.
Atas tekanan Dewan Keamanan PBB, pada tanggal 15 Agustus 1947, Pemerintah Belanda akhirnya menyatakan akan menerima resolusi Dewan Keamanan untuk menghentikan pertempuran.
Pada 17 Agustus 1947, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Belanda menerima Resolusi Dewan Keamanan untuk melakukan gencatan senjata dan pada 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan membentuk suatu komite yang akan menjadi penengah konflik antara Indonesia dan Belanda.
Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno kembali diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS.
Karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali diubah menjadi Republik Indonesia dimana Ir Soekarno menjadi Presiden dan Mohammad Hatta menjadi wakilnya.
Pemberontakan G30S/PKI melahirkan krisis politik hebat di Indonesia. Massa dari KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang salah satu isinya meminta agar PKI dibubarkan.
Namun, Soekarno menolak untuk membubarkan PKI karena menilai bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan pandangan Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme).
Sikap Soekarno yang menolak membubarkan PKI kemudian melemahkan posisinya dalam politik. Lima bulan kemudian, dikeluarkanlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang ditandatangani oleh Soekarno dimana isinya merupakan perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu guna menjaga keamanan pemerintahan dan keselamatan pribadi presiden.
Surat tersebut lalu digunakan oleh Soeharto yang telah diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang. MPRS pun mengeluarkan dua Ketetapannya, yaitu TAP No IX/1966 tentang pengukuhan Supersemar menjadi TAP MPRS dan TAP No XV/1966 yang memberikan jaminan kepada Soeharto sebagai pemegang Supersemar untuk setiap saat bisa menjadi presiden apabila presiden sebelumnya berhalangan.
Pada 22 Juni 1966, Soekarno membacakan pidato pertanggungjawabannya mengenai sikapnya terhadap peristiwa G30S. Pidato pertanggungjawaban ini ditolak oleh MPRS hingga akhirnya pada 20 Februari 1967 Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka.
Hari Minggu, 21 Juni 1970 Presiden Soekarno meninggal dunia di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta. Presiden Soekarno disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur berdekatan dengan makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari.
Ir Soekarno adalah seorang sosok pahlawan yang sejati. Dia tidak hanya diakui berjasa bagi bangsanya sendiri tapi juga memberikan pengabdiannya untuk kedamaian di dunia. Semua sepakat bahwa Ir Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Ir Soekarno adalah bapak bangsa yang tidak akan tergantikan.
Riset dan Analisa: Fathimatuz Zahroh
PENDIDIKAN
  • Pendidikan sekolah dasar di Eerste Inlandse School, Mojokerto
  • Pendidikan sekolah dasar di Europeesche Lagere School (ELS), Mojokerto (1911)
  • Hoogere Burger School  (HBS) Mojokerto (1911-1915)
  • Technische Hoge School, Bandung (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) (1920) 
PENGHARGAAN
  • Gelar Doktor Honoris Causa dari 26 universitas di dalam dan luar negeri antara lain dari Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Institut Agama Islam Negeri Jakarta, Columbia University (Amerika Serikat), Berlin University (Jerman), Lomonosov University (Rusia) dan Al-Azhar University (Mesir).
  • Penghargaan bintang kelas satu The Order of the Supreme Companions of OR Tambo yang diberikan dalam bentuk medali, pin, tongkat, dan lencana yang semuanya dilapisi emas dari Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki, atas jasa Soekarno dalam mengembangkan solidaritas internasional demi melawan penindasan oleh negara maju serta telah menjadi inspirasi bagi rakyat Afrika Selatan dalam melawan penjajahan dan membebaskan diri dari politik apartheid. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Kantor Kepresidenan Union Buildings di Pretoria (April 2005).

SEJARAH  MASJID ISTIQLAL

istiqlalMasjid Istiqlal ialah masjid terbesar di Asia Tenggara. Sebagai rasa syukur atas kemerdekaan yang diperoleh republik Indonesia masjid Istiqlaldapat kita artikan Merdeka. Ide awal pembangunan masjid ini ialah dari bapak. KH. Wahid hasyim (menteri agama tahun 1950) dan bapak Anwar Cokroaminoto. Tahun 1953 dibentuk lah pantia pembangunan masjid Istiqlal yang diketuai oleh Bapak. Anwar Cokroaminoto. Belio menyampaikan rencana pembangunan masjid pada Ir. Soekarno dan ternyata mendapatkan sambutan hangat dan akan mendapat bantuan sepenuhnya dari presiden.
Ir. Soekarno sejak tahun 1954 oleh panitia diangkat menjadi kepala bagian teknik pembangunan Masdjid istiqlal, dan belio juga menjadi ketua dewan juri untuk menilai syayembara maket Istiqlal. Tahun 1955 diadakan syayembara memebuat gambar dan Maket pembangunan masjid Istiqal. Diikuti oleh 30 Orang peserta dan hanya 27 orang peserta yang menyereahkan gambar. Dan hanya 22 orang saja yang memenuhi persyaratan lomba. Setelah di diskusikan oleh dewa juri yang menjadi pemenang ialah 5 orang dan dari 5 orang terebut terpilih Arsitek F Silaban dengan Sandi ketuhanan.
Pada tahun 1961 diadakan penanaman tiang pancang pertama pembangunan masjid Istiqlal. 17 tahun kemudian bangunan masjid selesai dibangun, dan penggunaannya dilakukan sejak tanggal 22 Februari 1978. Pembangunan majid ini didanai dengan APBN sebanyak 7.000.000.000 dan 12.000.000 US. Luas tanah areal masjid Istoqlal ialah 9.3 hektar. Lokasi pembangunan gedung ialah seluas 2,5 hektar terdiri dari; gedung Induk/Utama dan balkon bertingkat lima luasnya 1 hektar, bangunan teras 1,5 hektar, Areal parkir luasnya 3,35 Hektar, Pertamaan dan air mancur seluas 3,47 hektar.
Konstruksi Bangunan:

  1. Tiang pancang seluruhnya 5.138 tiang, termasuk 180 tiang pada gedung pendahuluan.
  2. Seluruh Bangunan, konstruksi Beton Bertulang.
  3. Lantai dan dinding baik dalam maupun luar seluruhnya terbuat dari Marmer, kecuali lantai teras raksasa.
  4. Plafond  seluruhnya yaitu balkon, borde tangga, jendela, terawang, lisplank, kusen, dan tempat wudlu seluruhnya terbuat dari stainles steel, seberat 377 ton.
  5. Kubah bebrbentuk setengah bola dengan fasilitas:
    1. Kerangk polyhendra eks Jerman Barat
    2. Konstruksi Beton bertulang garis tengah 45 meter
    3. Ditunjang 12 Tiang kolom bergaris tengah 2,5 meter, dihubungkan denga beton ring berukuran 2,45 meter
    4. Dipuncak Kubah dipasang lambang bulan Bintang terbuat dari stainlees steel  tinggi tiang 17 meter,. Bergaris tengah 3 meter, berat seluruhya 2,5 ton.
    5. Kubah kecil diatas gedung pendahuluan bergaris tengah 8 meter
    6. Menara, letaknya disebelah timur dengan ketinggian 66,66 meter (melambangkan jumlah ayat alquran. Puncak menara dengan ketinggian 30 meter dan berat 28 ton terletak diatas tempat azan.

Bagian Gedung/Bangunan Masjid Istiqlal:
  1. Gedung Induk/ Utama da Balkon bertingkat lima adalah tempat sholat
  2. Gedung pendahuluan
  3. Gedung penghubug
  4. Teras raksasa di lantai dua, luasnya 19.800 m2.
  5. Koridor di lantai dua
  6. Lantai dasar tempat perkantoran, seluas 25.000 m2
  7. Pintu gerbang masuk areal masjid Istiqlal, terdiri dari;
-         Sebelah Selatan            : 3 buah
-         Sebelah Timur              : 1 buah
-         Sebelah Utara               : 3 buah
  1. Pintu Masuk masjid Istiqlal
-         Sebelah barat: Pintu Al-malik (Pintu VIP) No 26
-         Sebelah selatan: Pintu Ar-Rahman (no. 31), Pintu Ar Rozak (no. 14), Pintu Al Ghafar (no. 19)
  1. Tangga masuk gerbang Utama
-         Jumlah tangga menuju lantai utama sebanyak 11 buah, tiga diantaranya berukuran besar, berfungsi sebagai tangga utama.
-         Tiga buah tagga berukuran besar berukuran lebar 15 m
-         Delapan buah tangga berukuran lebar 3n
-         Lift khusus penyandang cacat

Bangunan Penunjang Lainnya

  1. Gedung tempat pemotongan hewan Qurban, sebelah Timur masjid seluas 144 m2
  2. Gedung jaga satpam dan Wartel sebelah utara masjid seluas 50 m2.
  3. Pos jaga satpam, disebelah Timur dan Selatan masjid

Sarana dan Prasarana masjid Istiqlal

  1. Sarana penunjang kebersiahan
-         Tempat wudlu ada 600 kran, dapat melayani 600 jamaah secara bersamaan
-         Kamar mandi dan WC tertutup rapat sebanyak 52 Kamar terdiri atas; Emper Barat dekat menara 12 kamar, Emper Selatan 12 kamar, Emper Timur 28 Kamar
-         Lokasi Urinoir ada dua tempat yang dapat menampung kurang lebih 80 Orang
-         Sumur Artetis ada tiga buah untuk penyediaan air bersih, berkapasitas 600 liter permenit
-         Air Pam untuk penyediaan air bersih, berkapasitas 0,117 m3 permenit atau perbulan berkapasitas5,065 M3.
  1. Sarana penerangan
- Sarana penerangan listrik bekerjasama dengan PLN, dilengkapi 1 gardu berkapasitas 1.730 KVA. Untuk menagglangi pemadaman arus listrik dari PLN disediakan 3 buah generator: 2 buah berkekuatan 100 KVA, dan 1 buah berkekuatan 500 KVA.
  1. Daya yang terpakai rata-rata 151,32 KVA = 151.320 Watt
  2. AC central 330 unit dengan kapasitas 10.110 KVA
  3. Lampu TL sebanyak 5.325 Unit = 213 KVA/213.000 Watt

Sarana Penunjang Kemanan

-         Metal detektor untuk ceking benda terlarang di dalam badan dan juga barang bawaan.
-         Miror detektor untuk ceking benda terlarang didalam mobil
-         Security door khusus untuk ceking benda terlarang yang mungkin ada pada badan/ pakaian seseorang
-         HT yang digunakan untuk komunikasi petugas satpam.

Daya Tampung Masjid

Untuk shalat berjamaah seluruhnya dapat menampung 200.000 jamaah dengan rincian;
- Gedung Induk/Utama : 61.000 jamaah
- Gedung Pendahuluan  :   8.000 jamaah
- Teras raksasa                         : 50.000 jamaah
- Koridor dan tempat ainya       : 81.000 jamaah
Daya tampung pelataran parkir, dapat menampung 800 kendaraan.
Perkantoran, Ruag sidang, Ruang tunggu, Ruang Pelaksana teknis lainnya menempati lantaidasar seluas 25.000 M2.
  1. Kantor badan pelaksana pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI)
  2. Lembaga kegamaan yang berkantor di masjid istiqlal;
-         Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat
-         Dewan masjid Indonesia (DMI) pusat
-         Dewan penseht pembinaan dan pelestarian perkawinan Pusat (BP4) Pusat
-         Badan komunikasi pemuda remaja masjid Indonesia (BKPRMI)
-         Lembaga pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) tingkat nasional
-         Pusat perpustakan Islam Indonesia (PPII)
-         Terjemah Alquran selama 40 jam
-         Badan pembina Rohani islam (BABINROHIS)
-         Himpunan Seni dan Budaya Islam (HSBI)
-         Ikatan persaudaraan Qori Qoriah hafiz hafizah Indonesia (IPQOH)
-         Kantor tabloid jum’at
-         Badan musyawarah Organisasi Islam wanita Indonesia (BMOIWI)
-         Kantor Sekertariat majelis Ilmuan Muslim Muslimah sedunia Cabang Indonesia
  1. Ruang sidang dan aula salah satunya berukuran 18 x 24 m
  2. Ruang tunggu khusus VIP
  3. Unit pelaksana teknis masjid Istiqlal
-         Perpustakaan masjid Istiqlal
-         Koperasi masjid Istiqlal
-         Pramuka masjid Istiqlal
-         Taman kanak-kanak masji Istiqlal
-         Pengajian
-         Poliklinik Masjid Istiqlal
-         KBIH masjid Istiqlal

Bedug dan Kaligrafi


Bedug masjid Istiqlal terbear di Indonesia, dengan ukuran;
- Garis tengah depan 2 meter
- Garis tengah bgian belakang 1,71 meter
- Panjang 3 meter
- Berat 2.30 ton
- Jenis kayu meranti merah dari Kalimantan Timur
Kaligrafi di ruang utama
-         Bagian depan ruang mama, sebelah kanan lafaz jalalah (Allah), di ruang surat Thaha ayat ayat 14, dan sebelah kiri lafaz
-         Ditengah-tengah lingkaran kubah lafadz ayat Qursi dan Surat Al-Ikhlas

Sejarah Jalan Raya Anyer-Panarukan

Herman Willem Daendels
Anyer - Pembangunan jalan Daendels dari Anyer (Banten) sampai Panarukan (Jawa Timur) sejauh 1000 km pada tahun 1809 – 1810 yang bertujuan untuk mempercepat tibanya surat-surat yang dikirim antar Anyer hingga Panarukan atau sebagai jalan pos, namun jalan-jalan itu dalam perkembangan selanjutnya banyak dipengaruhi kehidupan masyarakat disekitarnya dan telah berubah fungsinya antara lain mejadi jalan ekonomi atau jalan umum dan kini sudah banyak bangunan disekitarnya.


Rute jalan Daendels di Kabupaten Serang sampai saat ini sebetulnya masih dihantui oleh kesimpangsiuran informasi. Karena yang beredar di masyarakat ada dua pendapat ada yang berpendapat bahwa jalan Daendels melewati Kabupaten Lebak, namun ada juga yang menyatakan hanya melewati Kabupaten Serang saja. Memang, menelusuri jalan Daedels dari titik km nol di Anyer hingga 1000 km di Panarukan, orang sering bingung untuk menentukan rute yang benar apakah melalui Serang ataukah melalui Lebak, beberapa masyarakat yang dihubungi, hanya mengenal jalan Daendels dari Anyer sampai Serang. Tidak itu saja di Banten juga banyak jalan-jalan yang bercabang dan masyarakat setempat menamakannya jalan Daendels.

Kesimpangsiuran informasi itu menurut Halwany Michrob, wajar-wajar saja sebab pembuatan jalan Deandels saat itu melakukannya dalam dua tahapan, tahap pertama merupakan pembuatan jalan untuk membuka poros Batavia – Banten pada tahun 1808, pada masa itu Daendels memfokuskan kegiatannya pada pembangunan dua pelabuhan di utara (Merak) dan di selatan (Ujung Kulon). Jalur ini melalui garis pantai dari Batavia menuju Carita, Caringin, menembus Gunung Pulosari, Jiput, Menes, Pandeglang, Lebak hingga Jasinga (Bogor). Tahap kedua dimulai tahun 1809, Dari Anyer melalui Pandeglang jalan bercabang dua menuju Serang (utara) dan Lebak (selatan). Dari Serang, rute selanjutnya Ke Tangerang, Jakarta, Bogor, Puncak, Cianjur, Bandung, Sumedang, Cirebon hingga Panarukan, sepanjang pantai utara Pulau Jawa. Jalan inilah jalan yang di sebut jalan utama atau jalan protokol, tetapi itu tidak berarti bahwa tidak ada cabang-cabang jalan lainnya yang dilewati oleh Daendels.
Peta Jalur Anyer-Panarukan

Di daerah tertentu, banyak rute khusus yang sengaja di bangun oleh Daendels pada masa itu terutama daerah pusat Kabupaten karena untuk mempermudah transportasi pengangkutan rempah-rempah keluar daerah tersebut. Banten merupakan tempat yang paling banyak memiliki cabang-cabang Jalan Deandels sebab Banten cukup banyak menghasilkan rempah-rempah. Anyer dijadikan titik km nol karena kota ini sudah di pola Daendels untuk mempermudahkan pengangkutan hasil bumi dari Banten menuju dua pelabuhan yaitu pelabuhan Merak dan Pelabuhan Ujung Kulon. Banten sendiri sudah dilokalisasi dalam segi hasil bumi oleh Daendels karena Banten Subur dan Kaya akan hasil buminya terutama rempah-rempah.

Hingga saat ini, sebagian besar jalan Daendels masih terpakai bahkan yang lama sengaja diperbaharui supaya dapat digunakan. Jalan Daendels yang tidak dapat digunakan lagi adalah daerah Pontang dan Bayah, karena hancur dan tidak diperbaiki kembali. Sementara itu Daendels sempat memerintahkan pembuatan jalan di selatan Pulau Jawa, rutenya di mulai dari sebelah barat Jawa yakni; Bayah menuju Pelabuhan Ratu, terus ke selatan ke daerah Sukabumi, Cimanuk dan seterusnya hingga ke Pangandaran, Purwokerto dan Yoyakarta. Jalan Daendels yang lebih di kenal oleh masyarkat adalah jalan bagian utara Jawa, ini disebabkan karena jalan di utara melalui rute yang berhadapan langsung dengan rute Batavia, sedangkan jalan bagian selatan Jawa selain kondisi jalannya rusak banyak juga yang terputus seperti jalan Bayah sampai Citorek.

Ada beberapa versi mengenai sejarah pembuatan jalan ini, ada yang mengatakan bahwa Daendels membuat jalan Anyer – Panarukan ini karena ingin mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris, sehingga Pulau Jawa perlu dibangun jalan guna menghubungkan suatu daerah ke daerah lain agar dapat mempercepat kabar berita dan alur transportasi. Secara kronologis, pada tahun 1808 datanglah Herman Willem Daendelsdari Belanda ke Banten, waktu ia datang ke Indonesia negaranya tengah di jajah oleh Perancis. Sebagai murid yang disayangi Napoleon, akhirnya Daendels dikirim ke Indonesia untuk menggantikan Gubernur Jendral dari Belanda yang ada di Indonesia oleh Napoleon Bonaparte (Dr. H.J. de Graaf; 363-370, 1949). Dengan segala upaya akhirnya Daendels mendapatkan bantuan dari rakyat Banten berupa rempah-rempah untuk dikirim ke Perancis dan Belanda sebagai upeti, jadi tidak mengherankan jika ia membuat kerja rodi dan tanam paksa (verplichte diensten) karena jika tidak, ia tidak bisa memberikan upeti pada kedua negara itu.

Pada tahun 1808-1809 Daendles mulai pembuatan jalan dengan rute Batavia-Banten tahap pertama, pada saat itu rakyat masih mau menghimpun kekuatan untuk melaksanakan perintah paksa Daendles, namun setelah terjangitnya penyakit malaria dan banyak yang tewas, maka rakyat menghentikan bantuannya. Karena banyaknya korban pada pembuatan jalan Batavia-Banten masih simpang siur, menurut beberapa sejarahwan Indonesia, yang meninggal sekitar 15.000 orang dan banyak yang meningal tampa dikuburkan secara layak. Walaupun demikian Daendels semakin keras menghadapi rakyat, ia tidak segan-segan memerintahkan tentaranya menembak mati rakyat yang lalai atau tidak mau bekerja dalam pembuatan jalan apapun alasannya.

Sementara itu ada yang beranggapan jalan Daendels dibuat untuk jalur pos atau Jalan Pos Raya (Grote Postweq), namun Halwany beranggapan bahwa jalan Daendels sebagai siasat untuk memperlancar jalur ekonomi, politik dan pemerintahan. Jadi yang dikatakan jalan pos disini maksudnya adalah sebagai sentral untuk pemerintahan agar sistim birokrasi pola pikirnya sampai kebawah.
Keadaan jalan Daendels saat ini dari titik nol km yang bertempat di Anyer Kidul, Desa Cikoneng menuju Serang maupun Pandeglang dibandingkan dengan situasi dan kondisi 180 tahun yang lalu, memang jauh berbeda baik cara hidup masyarakat setempat ataupun alam sekitarnya. Pada saat tanam paksa pembuatan jalan hanya hutan belantara dengan kehidupan binatang yang ada dan di dukung oleh keadaan pantai yang indah menawan belum terjamah manusia. Puluhan orang pribumi atas perintah paksa menerobos hutan dan jadilah jalan tembus untuk mempernudah arus angutan hasil-hasil bumi. Menurut ceritera penduduk setempat, pada pembuatan jalan Daendles (kerja rodi) ini setiap jarak 25 meter di tanami pohon asem di pinggir badan jalan, itu dilakukan agar badan jalan yang telah di buat tetap terpelihara adan terjaga.

Menginjak tahun 1950-an, sepanjang jalan pantai Selat Sunda ini masih sunyi, karena tidak seminggu sekali pun kendaraan roda empat melintas ke tempat ini kecuali kereta api yang melintas jurusan Rangkasbitung – Anyer itupun sehari sekali pulang-pergi mengangkut para penumpang, tapi sejak tahun 1970 di Anyer tak ada lagi ada kereta api yang melintas dan yang ada tinggal sebuah stasiun tua yang sunyi dan sepi. Beberapa masyarakat berpendapat waktu tahun 1972, jangankan malam hari pada siang hari saja masih sering menemukan rombongan binatang seperti; monyet, kancil, manjangan, kelinci maupun sesekali terlihat macan. Sekarang jalan itu telah ramai di lalui kendaraan bermotor, tak kelihatan lagi gerobak yang biasa lewat mengangut singkong ataupun pisang malah yang banyak terlihat tembok-tembok bangunan milik penduduk berjejer bahkan vila dan hotel pun telah menutupi hampir semua kawasan pantai Selat Sunda itu. Tidak hanya itu saja pabrik-pabrik pun telah memadati kawasan ini termasuk tambak udang, sekarang tidak ada lagi kelihatatan binatang liar yang bebas bergelantungan di pohon-pohon maupun bergerombol di pinggiran jalan. Binatang ini telah pergi entah kemana.


Pembangunan Jalan
Jalan Raya Pos awalnya dibangun untuk pertahanan militer Belanda pada massa itu. Jalan Anyer-Panarukan ini juga digunakan Belanda untuk menunjang sistem tanam paksa (cultuur stelsel) yang saat itu sedang diterapkan kolonial Belanda dan juga untuk mengubungkan antar keresidenan dan kota-kota yang dianggap penting. Dengan adanya jalan ini hasil bumi dari Priangan lebih mudah dikirim ke pelabuhan di Cirebon untuk selanjutnya dibawa ke negeri kincir angin.

Jalan ini juga memperpendek waktu tempuh perjalanan darat dari Surabaya ke Batavia yang sebelumnya ditempuh 40 hari bisa dipersingkat menjadi tujuh hari. Sungguh sebuah prestasi luar biasa saat itu. Jalan ini juga sangat bermanfaat bagi pengiriman surat oleh Daendels kepada seluruh keresidenan yang berada di pulau jawa.


Gubernur Jenderal Daendels memang menakutkan, dia kejam, sadis dan tak kenal ampun. Menurut para sejarahwan, korban yang meninggal pada pembangunan ruas jalan Batavia - Banten sekitar 15.000 orang dan banyak yang meninggal tanpa dikuburkan secara layak. Banyaknya korban yang meninggal di tanah Banten ini dikarenakan para pribumi banyak yang menolak untuk bekerja, melakukan perlawanan, sakit dsb.

Jalan Cadas Pangeran - Sumedang
Pembantaian juga terjadi wilayah Priangan, tepatnya dikawasan antara Bandung - Sumedang. Lebih dari 5.000 orang meninggal karena perlakuan yang semena-mena dari penjajah. Mereka yang meninggal karena bekerja terlalu berat dan tidak diberi makan maupun istirahat. Wilayah tersebut merupakan hutan belantara dengan tebing-tebing yang curam. Mereka bekerja di medan yang sangat berat namun dengan alat yang seadanya. Para pribumi yang menentang melakukan perlawanan kepada penjajah, namun karena kekuatan yang tidak seimbang, akibatnya tidak sedikit pribumi yang meninggal akibat perlawanan tersebut. Jalan tersebut sekarang dikenal dengan nama Jalan Cadas Pangeran. Jalan ini menghubungkan Bandung dan Cirebon.



Saat pembangunan jalan raya pos akan memasuki Demak. para pakerja paksa harus bekerja dengan ekstra berat. karena wilayah tersebut merupakan daerah rawa-rawa, mau tidak mau harus dilakukan pengurugan. Tidak sedikit juga korban yang meninggal saat pengerjaan ruas penghubung Semarang-Demak ini sedikitnya menelan korban sebanyak 3000 jiwa. Penyebab meninggalnya para pekerja didaerah ini dikarenakan mereka bekerja terlalu berat tanpa asupan makanan yang mencukupi dan juga serangan penyakit seperti malaria.

Titik 0 KM Anyer
Walaupun demikian Daendels semakin keras menghadapi rakyat, dia tidak segan-segan memerintahkan tentaranya menembak mati rakyat yang lalai atau tidak mau bekerja dalam pembuatan jalan apapun alasannya.

Dengan tangan besinya jalan itu, proyek diselesaikan hanya dalam waktu setahun saja (1807-1808). Suatu prestasi yang luar biasa pada zamannya. Karena itulah nama Daendels dan Jalan Raya Pos dikenal dan mendunia hingga kini. Namun, semua itu harus dibayar dengan darah, air mata bahkan nyawa rakyat Indonesia. Sedikitnya ada 24.000 korban meninggal hingga pembangunan jalan selesai. Jumlah tersebut belum termasuk jumlah korban yang tidak terdata.

Stasiun Anyer Tua 

Sejarah Awal Mula Berdirinya Google

Google adalah sebuah perusahaan Amerika Serikat yang paling terkenal melalui mesin pencarinya yang juga bernama Google.

Perusahaan
Google Inc. (NASDAQ: GOOG) didirikan pada 7 September 1998 di ruang garasi rumah teman mereka di Menlo Park, California. Pada Februari 1999, perusahaan tersebut pindah ke kantor di 165 University Ave., Palo Alto, California sebelum akhirnya pindah ke “Googleplex” pada akhir tahun tersebut.


Mesin pencari
Google adalah mesin pencari di Internet yang berbasis di Amerika Serikat. Google merupakan salah satu mesin pencari paling populer di web dan menerima setidaknya 200 juta permintaan pencarian setiap hari melalui situsnya dan situs-situs web kliennya seperti American Online (AOL). Kantor pusat Google berada (di “Googleplex”) di Mountain View, California.

Sejarah
Google berawal dari proyek penelitian dua mahasiswa Ph.D. Universitas Stanford, Larry Page dan Sergey Brin pada awal 1996 yang mengembangkan teori bahwa sebuah mesin pencari yang berdasarkan analisis matematika hubungan antara situs-situs web akan memberikan hasil yang lebih baik daripada dengan menggunakan teknik-teknik pencarian dasar yang digunakan pada saat itu. Sistem ini pada awalnya dinamakan BackRub karena menggunakan backlink untuk memperkirakan seberapa penting sebuah situs.

Yakin bahwa halaman dengan paling banyak link menuju halaman tersebut dari halaman-halaman web relevan lainnya merupakan halaman-halaman yang paling relevan, Page dan Brin memutuskan untuk mencoba tesis mereka sebagai bagian dari studi mereka – ini menjadi fondasi bagi mesin pencari mereka. Mereka secara resmi membentuk perusahaan mereka Google Inc. pada 7 September 1998.

Google menjadi populer di antara pengguna Internet karena desainnya yang sederhana dan ‘bersih’ serta hasil pencariannya yang relevan. Iklan dijual berdasarkan kata kunci (keyword) sehingga mereka menjadi lebih relevan bagi para pengguna, dan iklan-iklan tersebut diharuskan menggunkan teks saja agar desain halaman tetap rapi dan loading halaman tetap cepat. Konsep penjualan iklan berdasarkan kata kunci diawali oleh Overture yang dulunya bernama GoTo.com. Pada saat kebanyakan perusahaan dotcom lainnya bangkrut, Google secara diam-diam semakin memperkuat pengaruhnya dan mendapatkan laba.

Pada September 2001, mekanisme pemeringkatan Google (PageRank) diberikan hak paten Amerika. Hak paten tersebut diberikan secara resmi kepada Leland Stanford University dan mencantumkan nama Lawrence Page sebagai sang pencipta.

Pada Februari 2003, Google membeli Pyra Labs, pemilik Blogger, sebuah situs web pionir dan pemimpin hosting weblog. Akuisisi ini tampak tidak konsisten dengan misi umum Google, namun langkah ini membuat Google dapat menggunakan informasi dari posting-posting blog untuk memperbaiki kecepatan dan relevansi artikel-artikel di Google News.

Pada masa puncak kejayaannya pada awal 2004, Google mengurus hampir 80 persen dari seluruh permintaan pencarian di Internet melalui situs webnya dan klien-klien seperti Yahoo!, AOL dan CNN. Share Google turun sejak Yahoo! melepaskan teknologi pencarian Google pada Februari 2004 agar dapat menggunakan hasil pencarian independen mereka.

Karangan Lain Mengenai Sejarah Google.
Google…
unik namanya, unik sejarahnya

Siapa yang tak kenal dengan Google. Bagi semua peselancar dunia cyber pasti sudah sangat akrab dengan Om Google ini. Google sangat terkenal dengan mesin pencari di rimba belantara dunia maya. Yang perlu dilakukan hanyalah mengetik kata sandi yang diinginkan maka Om Google akan melacak dan mencari informasi apapun yang diinginkan.

Google dengan dua “o” pun unik, sebab jika data hasil pencarian ditemukan, jumlah “o” akan muncul sebanyak Web yang didapat oleh mesin pencari.

Kata Google berasal dari kata Googlo. Kata itu diciptakan oleh Milton Sirotta, Ponakan Edward Kasner seorang ahli Matematika dari AS. Sirotta membuat istilah Googlo untuk menyebutkan angka 1 (satu) yang diikuti 100 angka 0 (nol), Oleh karena itu penggunaan kata Google merupakan Refleksi dari kata Googlo.

Tapi tahukan Anda, Google tak hanya unik dari asal katanya. Google pun memiliki latar belakang sejarah yang unik. Google lahir dari sebuah pertemuan dua pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995 lalu. Larry Page, alumnus Universitas Michigan , yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid yang mendapat tugas mengantar keliling Lary.

Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, dua pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer. Yakni, masalah bagaimana memperoleh kembali data dari set data masif.

Pada Januari 1996, Larry dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari langsung menyebar ke penjuru kampus.
Larry dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google.

Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. Pertemuana mereka terjadi pada pagi buta di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto. Larry dan Sergey memberikan demo secara singkat karena Andy tak memiliki waktu yang cukup lama.

Melalui demo itu Andy setuju untuk memberikan bantuan dana berupa sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.

Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergey tak mungkin menyairkan cek selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, dua pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1 juta dolar. Dan akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 Septembar 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park,California.

Misi Google adalah, “untuk mengumpulkan informasi dunia dan menjadikannya dapat diakses secara universal dan berguna.” Filosofi Google meliputi slogan seperti “Don`t be evil”, dan “Kerja harusnya menatang dan tantangan itu harusnya menyenangkan”, menggambarkan budaya perusahaan yang santai.

Saat ini Google merupakan sebuah perusahaan berpredikat nomor satu dalam top 100 perusahaan yang paling diminati di Amerika, dengan jumlah pegawai sekitar 10 ribu orang.

DATA SEJARAH KABUPATEN PEMALANG

Setiap tanggal 24 Januari selalu diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Pemalang. Pada tanggal 24 Januari pada tahun 1575 dianggap sebagai lahirnya Pemalang sebagai daerah pemerintahan setingkat kabupaten. Namun keberadaan suatu daerah tidaklah berdiri secara tiba-tiba, namun jauh sebelumnya tentu saja sudah ada kehidupan masyarakat yang membentuk kebudayaan di daerah tersebut. A. LEGENDA KABUPATEN PEMALANG Legenda merupakan ceritra prosa rakyat yang dianggap oleh empunya cerita sebagai suatu yang benar-benar terjadi. Legenda yang berkembang di daerah Pemalang merupakan legenda setempat dimana berhubungan dengan nama Pemalang sendiri dan beberapa wilayah di wilayah Pemalang. Terdapat beberapa legenda yang menunjukkan asal usul Pemalang, antara lain: a. Berdasar Watak (Kepribadian) Orang Pemalang Masyarakat Pemalang memiliki semboyan “Banteng Wareng ing Payudan tan Sinayudan – Rawe-rawe rantas Malang-malang Putung”. yang memiliki arti bahwa rakyat Pemalang jika sudah dilukai atau dijajah berani berjuang. Biarpun rakyat kecil, namun bila berada di arena peperangan tidak bisa dicegah. Dalam melawan musuh sambil sinonderan sampai berselendang usus tak akan menyerah. b. Nama Penguasa Di Pemalang pernah terdapat penguasa yang bernama Raden Sambungyudo. Beliau adalah keturunan dari Komandan perang dari Kerajaan Majapahit pada saat Perang Bubat yang bernama Ki Bondan Lamatan. Tokoh Ki Bondan Lamatan ini berguru kepada sesepuh Agama Pemalang yang bernama Ki Buyut Banjaransari. Ki Bondan lamatan ini tidak kembali ke majapahit namun menetap di pemalang hingga memiliki seorang anak yang bernama Joko Malang. Joko Malang inilah yang nantinya bernama Raden Sambungyudo yang menjadi pimpinan daerah Pemalang. Maka nama Pemalang berasal dari tempatnya Joko Malang. c. Berasal dari nama Kali Malang Di Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang terdapat sungai yang bernama Kali Malang. Di sungai ini pulalah terdapat muara dari Sungai Comal. Bahwa di desa sebelah barat Sungai Comal membujur dari Desa Kendaldoyong ke Desa Asemdoyong terdapat bekas alur yang menunjukkan adanya bekas aliran sungai dari timur ke barat dan membingungkan orang yang akan berbuat jahat. Karena sungai tersebut mengalir dari timur ke barat atau malang maka daerah tersebut dinamakan “pemalang”. Kisah sungai Malang ini berkaitan pada waktu Patih Talabuddin utusan dari Panembahan Yusup yang akan mengambil keris Kyai Tapak. Setelah mencuri keris, Patih Talabuddin melewati sungai Malang dan akhirnya keder atau bingung. Akhirnya niat buruk untuk membawa Keris Kyai Tapak tersebut urung dan diserahkan lagi ke Kadipaten Pemalang. Namun perkembangan selanjutnya, sungai tersebut pada masa kolonial dibuat lurus karena lumpur yang dibawa sungai bisa mencapai 5 (lima) meter, sehingga merubah bentuk aliran sungai. d. Berasal dari kata “Pra” dan “Malang” Konon diceritakan bahwa Daerah Tegal dan Pemalang selalu berselisih paham secara tradisi. Dan Pemalang merupakan bukti sebagai batas atau penghalang di tengah-tengah antara Tegal dan Pekalongan. Maka Pemalang berasal dari kata “pra” yang berarti permulaan / yang pertama dan “malang” yang berarti penghalang atau mencegah. Di sini peran masyarakat sebagai pemalang atau penghalang masyarakat yang saling bersengketa. B. MASA KLASIK Pada masa kekuasaan Kerajaan Mataram Hindu, nama Rakai Panaraban dipercaya masyarakat Pemalang sebagai penguasa di Panaraban Warung Asem Pekalongan. Sebagai buktinya terdapat beberapa nama tempat yang berawalan “Ci”, seperti Cikadu, Cikendung, Cibuyur, Cibelok, Cibuluk, Ciawet, Ciomal (Comal), Cilincing dan masih banyak lagi. Sedangkan pusat keagamaan berada di Gunung Mendelem. Di Pemalang tidak terdapat candi karena Bukit Mendelem dengan ketinggian yang sama dengan Gunung Slamet telah mewakili sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Selain itu, di Pemalang juga tidak terdapat batu andesit, malainkan batu granit, sehingga diperkirakan sulit untuk membentuk sebuah candi karena sifat batu yang sangat keras namun mudah patah. Di bukit mendelem ditemukan beberapa temuan patung. Sejarah Pemalang dapat dikaitkan dengan Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8 di Jawa Tengah dimana wilayah intinya diperkirakan dari daerah Kedu memanjang sampai wilayah Dieng. Walaupun belum dikenal nama Pemalang, namun daerah ini karena berada di bawah dataran tinggi Dieng, maka daerah Pemalang boleh dibayangkan sebagai pintu gerbang Mataram Kuno. Sayang daerah tersebut belum sempat berkembang karena perpindahan pusat kerajaan ke Jawa Timur. Sehingga keberadaan daerah Pemalang seperti daerah tak bertuan. Pada masa kekuasaan Kerajaan Majapahit, tepatnya pada tahun 1357 - 1358 M, daerah Pemalang pernah dimanfaatkan oleh Patih Gajah Mada sebagai pangkalan perang ke Sriwijaya. Dukungan orang Pemalang di bawah pimpinan Ki Buyut Jiwandono atau Ki Buyut Banjaransari yang membuahkan hasil gemilang. Oleh karena itu sedikitnya 17 nama daerah di Pemalang dijadikan daerah perdikan, yaitu suatu wilayah yang tidak dipungut pajak karena dianggap berjasa. Daerah Pemalang mulai tampak dan berkembang pada akhir tahun 1350 M, dimana kekuasaan Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan di bawah kekuasaan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajahmada. Dengan adanya Sumpah Palapa yang diikrarkan oleh Gajah Mada yang bertekat untuk menyatukan seluruh wilayah Nusantara di bawah panji-panji Kerajaan Majapahit. Pengaruh Kerajaan Majapahit kala itu sampai ke Pulau Madagaskar di dekat Benua Afrika. Peran Pemalang dalam penakhlukan daerah oleh kerajaan majapahit adalah pada saat penakhlukan Pajajaran daerah Pasundan. Pada tahun 1348 Masehi terjadilah Perang Bubat. Dimana terjadi peperangan antara prajurit Majapahit dengan rombongan pengantin yang membawa Diah Pitaloka dari Kerajaan Pajajaran. Pinangan Hayam Wuruk terhadap Diah Pitaloka adalah siasat agar Pajajaran jatuh ke bawah panji-panji Majapahit. daerah Bubat tidak dijelaskan secara detail. Namun di daerah Pemalang terdapat nama Babadan. Di Pemalang berkembang cerita bahwa terdapat komandan perang yang bernama Bondan Lamatan tidak pulang ke Majapahit dan menetap di Pemalang karena berguru dengan Ki Buyut Banjaransari. Tokoh Bondan Lamatan ini nantinya memiliki keturunan yang bernama Joko Malang atau Raden Sambungyudo. C. MASA ISLAM a. Awal berkembangnya Agama Islam Pada tahun 1500 sampai dengan 1586 M (abad XVI), Pemalang perhatian dari para wali. setidaknya beberapa nama tokoh Islam yang berdakwah di pemalang antara lain Shech Jambu Karang, Kyai Natas Angin, Kyai Geseng, Ki Bantar Bolang, Kyai Palintaran, Sech Pandanjati dan lain lain. Adapun titik-titik penyebaran Agama Islam berpusat di daerah Watu Kumpul, Ulujami dan Bantar Bolang. b. Masa Kerajaan Pajang Pada masa Kekuasaan Kerajaan Pajang yang berada di bawah tampuk kepemimpinan Sultan Hadiwijaya, muncul istilah “Pemalang Komplang”. Pada saat itu jabatan Adipati di Pemalang dipegang oleh putra dari Ki Gede Sambung Yudo yang bernama Adipati Anom Windu Galbo dan patih bernama Ki Gede Murti. Setelah Ki Gede Murti wafat, maka jabatan patih digantikan oleh putranya yang bernama Patih Jiwo Negoro. Kekosongan kekuasaan terjadi pada saat Adipati Anom Windu Galbo mangkat. Kekosongan Kadipaten Pemalang pada abad ke XVI sementara jabatan Adipati dirangkap oleh Patih Jiwo Negoro. Sultan Hadiwijaya menerima laporan dari Kadipaten Pemalang bahwa Pemalang tidak ada penguasanga, atau istilah orang Pemalang adalah “Pemalang Komplang”. Oleh karena itu Sultan Hadiwijaya segera memerintahkan putranya yang bernama Pangeran Benowo untuk menjabat di kabupaten Pemalang. Keberadaan Kadipaten Pemalang dipandang Sultan Hadiwijaya merupakan daerah yang gawat. Pemalang, konon ceritanya sebagai “Kutha Pemalang” atau penghalang semua orang yang akan berbuat jahat. Maka Sultan Hadiwijaya memberikan syarat kepada Pangeran Benowo bahwa sebelum menjabat sebagai Adipati di Kadipaten Pemalang, Pangeran Benowo harus pergi ke Banten untuk menemui Sultan Banten yang bernama Panembahan Yusuf untuk meminta ‘Keris Kyai Tapak’. keris tersebut dipercaya akan menimbulkan sifat kendel atau berani menghadapi segala situasi. Selain itu Pangeran Benowo dibekali Pusaka Keris Kyai Setan Kober yang merupakan pusaka rampasan dari Jipang atau Arya Penangsang. Guna melegitimasi kekuasaannya di Kadipaten Pemalang, Pangeran Benowo di bekali Serat Kekancing menjabat di Kadipaten pemalang dan Surat ke Panembahan Yusuf agar meminjamkan Keris yang dahulu dibawa Fatahillah dari Kerajaan Demak. (Panembahan Yusuf adalah cucu dari Fatahillah yang pernah menjabat sebagai panglima perang Kerajaan Demak) . Kedatangan Pangeran Benowo di Kadipaten Pemalang disambut dengan gembira. Layang Kekancing dari Sultan Hadiwijaya langsung diumumkan oleh Patih Jiwo Negoro ke seluruh Punggawa Praja dan segenap lapisan masyarakat. Jumenengan atau pengesahan atas dasar Layang Kekancing dari Sultan Hadiwijaya tersebut menyebutkan bahwa Pangeran Benowo putra Pajang diangkat sebagai penguasa Kadipaten Pemalang yang membawahi Pemalang, Tegal dan Brebes pada hari Jumat Pon, 24 Januari 1575 Masehi atau 2 Syawal 1496 (Je) atau tahun 982 Hijriyah. Jumenengan dilakukan pada bulan Syawal dengan maksud pada saat serah terima jabatan dari Patih Jiwo Negoro ke Pangeran Benowo sekaligus bisa diadakan silaturahmi atau halal bihalal antara penguasa kadipaten dan bawahannya. hari itu bertepatan dengan musim hujan, pertanda wilayah Pemalang subur makmur loh jinawi, gemah ripah karto toto raharjo. Kisah Patih Jiwo Negoro atau yang dikenal sebagai “Patih Sampun” sangat melegenda di kalangan masyarakat Pemalang. Beliau merupakan putra asli Pemalang yang terkenal kesaktiannya. Sang patih terkenal dengan kata “sampun dados Sang Adipati”. Apapun yang diperintah Adipati Benowo selalu siap seperti yang dikehendaki Sang Adipati. Pada saat diadakan jumenengan, pangeran Benowo heran karena tidak ada pertunjukan, maka dengan spontan saat itu juga mendatangkan penari Gamyong yang bernama Nyi Sarinten lengkap dengan gamelan dan nayogo. Kehebatan Patih Sampun juga dapat di dijumpai sampai saat ini dengan dibangunnya jalan dan tak kurang dari 17 jembatan di Pemalang. Atas jasa-jasa Sang patih, Pangeran Benowo memberi isuda dengan nama Patih Sampun Jiwo Negoro. Hubungan Pemalang dan Banten dalam kisah selanjutnya menjadi renggang. Hal ini dikarenakan Portugis mulai mendarat di Banten. Kerajaan Banten mengalami kekacauan. Apalagi Ratu Kalinyamat juga mengadakan penyerangan ke banten. Kemudian Panembahan Yusuf mengutus Patih Talabudin untuk meminta kembali keris Kyai Tapak. Berkat kesaktian Patih Sampun, Patih Talabudin yang telah membawa Keris Kyai Tapak menjadi bingung di Kali Malang. maka akhirnya Patih talabudin menyerah dan mengabdi di Pemalang sebagai penyebar Agama Islam dan mengatur perekonomian hingga meninggal dan dimakamkan di Pedurungan, Taman, Pemalang. c. Masa Kerajaan Mataram Islam Pada 1582 M dikisahkan bahwa Sultan Adiwijaya (Hadiwijaya) jatuh sakit ketika bermaksud menyerbu mataram hingga akhirnya mangkat. Maka terjadi ketegangan perebutan kekuasaan. Pangeran Benowo merupakan putra sulung, namun ia lahir dari istri selir. Sedangkan dari perkawinannya dengan putri Sultan Trenggono terdapat putri yang menikah dengan Adipati Demak. Atas usul Sunan Kudus, Pajang diserahkan kepada Adipati Demak. Pangeran Benowo merasa tidak adil, sehingga dia meminta bantuan Ngabei Loring Pasar dengan merelakan haknya atas Pajang kepada Ngabei Loring Pasar. Keberhasilannya mengalahkan Adipati Demak, maka kekuasaan Pajang jatuh dan Kerajaan pindah ke Mataram dengan rajanya Ngabei Loring Pasar yang bergelar Senopati Ing Alaga Sayidin panata Gama pada tahun 1586 M Pada masa kekuasaan Sultan Agung, Mataram mempunyai cita-cita untuk menjadikan wilayah Pulau Jawa sebagai daerah di bawah panji-panji Kerajaan Mataram. Untuk dapat mencapai cita-cita tersebut maka Sultan Agung harus dpat mengusir VOC dari wilayah Batavia. Maka pada tahun 1628 M, ia mengirimkan pasukannya untuk menyerang Batavia, namun serangan ini gagal karena pasokan logistik dan perlengkapan yang kurang. Serangan kedua kembali dilakukan pada tahun 1629 M dengan mempersiapkan pasukan perangnya dan mendirikan lumbung-lumbung padi di sepanjang jalan yang dilalui oleh pasukan Mataram. Salah satu lumbung padi tersebut didirikan di daeah Tegal. Dan peran Pemalang pada saat itu adalah sebagai terminal kecil pasokan logistik yang ada di Tegal. Namun sayangnya pendirian lumbung-lumbung padi tersebut diketahui oleh VOC dan berakhir dengan kekalahan karena lumbung-lumbung padi tersebut dibakar oleh pasukan VOC. Pemalang sudah tercakup pada nama sandi jangka jayabaya JA-LA-DU-LANG-MAS (Jogja – Sala – Kedu – Pemalang – Banyumas). Ada yang menyebutkan bahwa kata “JALA” bukan menyebutkan Jogja dan Sala melainkan diartikan segitiga. Pemalang adalah salah satu dari daerah Mancanegara. Ketiga daerah tersebut membentuk segitiga yang selalu penting dalam memegang percaturan perjalanan sejarah D. MASA KOLONIAL Keadaan geografis Kabupaten pemalang sangat subur. Dalam sejarah disebutkan bahwa dalam laporan Tuan Dr. De Hean tahun 1622-1623 dengan mengambil jurusan Tegal, Pemalang, Wiradesa dan Pekalongan. Dilaporkan bahwa Pemalang dan Wiradesa penuh dengan persawahan yang subur. Juga disebutkan dalam laporan Tuan Pieter Franssen saat perjalanan pada tahun 1630 bahwa di Pemalang terdapat banyak sawah. Pada tahun 1745 H, Kerajaan Mataram pindah ke daerah Sala. Konsep keraton masih menggunakan lingkaran-lingkaran konsentris dimana keraton sebagai pusatnya. Peran Pemalang adalah sebagai Monconegoro Kilen (Bang Kilen) selain Banyumas, Banjarnegara, Cilacap dan Karesidenan Bagelen. namun setelah tahun 1830, seluruh wilayah Monconegoro merupakan wilayah Belanda. Bukti nyata tentang kesuburan bumi Pemalang, dibuktikan dengan banyaknya pabrik gula yang didirikan, seperti Pabrik Gula Sumberharjo, Pabrik Gula Banjardawa yang telah dibumihanguskan pada masa revolusi 1945, Pabrik Gula Petarukan yang telah dibumihanguskan pula pada masa revolusi, Pabrik Gula Comal Baru yang merupakan pabrik gula terbesar di Indonesia di samping Pabrik Gula Jatiroto di Jawa Timur, Pabrik Gula Comal Lama dan Pabrik Gula Sragi. Keberadaan pabrik gula tersebut didukung adanya beberapa sungai yang tergolong berukuran besar di Pemalang. sungai-sungai tersebut sampai sekarang dapat dilayari sampai jauh ke pedalaman, seperti Sungai Sragi, Sungai Waluh dan Sungai Comal. Hal ini terbukti dengan penemuan sebuah jangkar besi yang ditemukan pada tahun 1967 di bawah jembatan Ujung Gedhe. Pada jangkar tersebut terdapat tulisan 1848 yang diasumsikan adalah angka tahun pembuatan. Di Desa Sungapan dibuatlah bendungan di atas Sungai Waluh dan airnya disalurkan ke beberapa sungai. Guna kepentingan Politik Cultuur Stelsel bendungan tersebut dibangun untuk kepentingan pengambilan dan distribusi gula dari Pabrik Gula.

Sejarah Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara Indonesia

 
Sejarah Pancasila, 
Kata “Pancasila” terdiri atas dua kata dari bahasa sansekerta yaitu palica yang artinya lima dan sila artinya asas atau prinsip. Jadi pancasila dalam arti keseluruhan adalah 5 prinsip atau asas, dan kelima prinsip tersebut telah menjadi rumusan dan pedoman kehidupan dalam berbangsa dan bernegara bagi seluruh warga Indonesia. Maka dari itu kita sebagai warga Negara Indonesia sangatlah penting mempelajari sejarah perumusan pancasila sebagai dasar ideology Negara Indonesia tercinta ini. Dalam perjalanan sejarah, pancasila mempunyai sejarah yang sangat panjang tentang terbentuknya perumusan-perumusan pancasila dalam ketatanegaraan Indonesia. Menurut wikipedia, dalam upaya merumuskan pancaila sebagai dasar Negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :

Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.

Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945. Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya: Sekarang banyaknya prinsip kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :
  1. Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) – tanggal 22 Juni 1945
  2. Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar – tanggal 18 Agustus 1945
  3. Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat – tanggal 27 Desember 1949
  4. Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara – tanggal 15 Agustus 1950
  5. Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)

Hari Kesaksian Pancasila
Pada tanggal 30 September 1965, adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September[ [G30S-PKI] ] dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, memperingati bahwa dasar Indonesia, Pancasila, adalah sakti, tak tergantikan.

Butir-Butir Pengamalan Pancasila
Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 45 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila. Tidak pernah dipublikasikan kajian mengenai apakah butir-butir ini benar-benar diamalkan dalam keseharian warga Indonesia.